Ketua DPP REI: Harga BBM Naik, Harga Properti Belum Tentu!

Malang-rumahrukomalang.com – Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat mulai berdampak terhadap berbagai sektor. Salah satunya properti.Harga properti yang diperkirakan naik akan membuat banyak orang mulai berinvestasi di sektor tersebut. Meski begitu, DPP Real Estate Indonesia (REI) belum yakin dengan kenaikan harga properti itu. Mereka masih melihat faktor-faktor lain pendukung naiknya harga properti.

“Harga BBM naik ini pasti, tapi kami belum bisa menentukan angka pasti naiknya berapa. Pengembang juga akan menunggu kabar dari suplier bahan bangunan dan materialnya, apakah naik juga atau seperti apa,” jelas Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy, dalam konferensi pers Real Estate Expo 2014 di Jakarta, Sabtu (16/11/2014).

Namun begitu, Eddy yakin, para pengembang tidak akan terlalu besar menaikkan harga propertinya. Hal itu disebabkan karena banyaknya masyarakat menengah di Indonesia yang membutuhkan hunian, baik landed house maupun apartemen.

“Kenaikan itu nantinya tidak terlalu besar. Bisnis properti ini kan saingannya berat, jadi harga juga akan kompetitif. Para pengembang tidak akan menaikkan harga terlalu tinggi, karena saat ini masyarakat menengah di Indonesia mulai berkembang,” papar Eddy.

Para pengembang, lanjut Eddy, menjual rumah tidak asal-asalan. Harga lahan menjadi pertimbangannya. Jika murah, harga jual rumah juga akan murah.

“Begitu juga sebaliknya, jika lahan mahal maka mereka akan menjual mahal rumahnya,” kata Eddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPP Real Estate Indonesia (REI) kembali menggelar Real Estat Expo 2014. Pameran hunian ke-28 ini diselenggarakan mulai 15-23 November 2014 di Jakarta Convention Center Hall A, Senayan.

Tahun ini REI Expo menampilkan 14 pengembang di 165 lokasi proyek strategis antara lain Bekasi, Bogor, Tangerang, Cibubur, Depok, Cilegon, Bandung, Puncak, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bali, Balikpapan dan Manado. Namun begitu, menurut Eddy, pameran ini menampilkan properti yang 80 persen berada di Jabodetabek.(faa)